![]() |
| Sebuah papan protes
sebagai penutup jalan yang berlobang dipasang di Jalan Siliwangi, Pamulang, Rabu (11/5) |
PAMULANG – Tak kunjung rampungnya perbaikan Jalan Siliwangi
Pamulang oleh Pemprov Banten mengundang keprihatinan warga setempat. Baru-baru
ini tepat disamping pusat perbelanjaan Pamulang Square terdapat papan
bertuliskan perminaan jalan tersebut segera dirapihkan.
Sebuah papan bertuliskan
‘TOLONG!!! BU PERBAIKI BANYAK
MAKAN KORBAN LOBANG INI’ ditempatkan
di tengah Jalan Siliwangi. Tulisan itu tentunya ditujukan ke Walikota Tangsel,
Airin Rachmi Diany. Namun salah sasaran karena, Jalan Siliwangi merupakan
kewenangan Pemprov Banten.
Satu dari beberapa orang di
pangkalan ojek tak jauh dari lokasi, Roce (45) menceritakan terdapat lobang
sekitar 60 centi meter di tengah jalan. Karena sering memakan korban kurang
lebih empat kali, akhirnya inisiatif warga muncul memasang papan berisi pesan
tersebut.“Papan sengaja dipasang agar
pengendara menghindari lobang sekaligus pesan kepada pejabat Tangsel untuk
melihat kondisi jalan yang ada,” tuturnya
diamini kawan-kawannya.
Walikota Tangsel, Airin
Rachmi Diany menuturkan banyak pengerjaan yang harus diselesaikan di Jalan Siliwangi,
Pamulang mulai dari pemindahan tiang listrik sampai proyek pengerjaan jalan.
Rapat dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel guna
membahas tiang listrik dengan PLN pun terus diupayakan karena kewenangan ada di
PLN.Selain bahas tentang tiang listrik ada yang lebih penting soal kelanjutan
pengerjaan proyek jalan oleh Pemprov Banten sebagaimana ditarget selesai
Desember 2016 nanti.
Pemkot Tangsel sendiri
telah melayangkan surat kepada Dinas Bina Marga Provinsi Banten untuk dikebut
proyek tersebut.“Setahu kami
tahun 2016 akhir selesai, sebenarnya dengan multiyears kami berharap cepat
selesai karena tidak ada lelang-lelang lagi. Biasanya lelang yang memakan waktu
lama dalam sebuah pekerjaan proyek,” jelas Airin. Pada
2015 lalu sebetulnya Pemkot Tangsel telah mewanti-wanti kepada kontraktor
proyek Jalan Siliwangi yakni PT Abipraya.
Perusahaan itu diminta
menyelesaikan proyeknya sesuai target. Ternyata di penghujung tahun tepatnya
Desember sempat terhenti karena kekurangan dana.“Mereka menjawab sanggup dengan catatan kekurangan dana yang diperkirakan
50-60 miliar. Kami mengusulkan ke Pemprov, tapi anggarannya tidak ada karena
sudah terpakai untuk kegiatan yang lain,” papar Airin. Pemkot
Tangsel hingga kini belum mengetahui kapan pembangunan Jalan Siliwangi itu
dirampungkan. Langkah yang bisa dilakukan adalah mendorong kepada Pemprov
Banten segera menyelesaikan pekerjaan yang ada.
“Kebijakan
apapun tidak punya kewenangan cuma kami ingatkan kepada Pemprov terkait masalah
tersebut, karena pemerintahan kan bukan hanya Pemprov saja tapi, ada Pemkot,”bebernya.

