![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA - Akademisi UIN
Syarif Hidayatullah Prof Dr Murodi menilai Pancasila merupakan ideologi terbaik
bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan budaya, juga
agama."Jadi, kalau ada orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila
dengan ideologi lain, maka mereka bukan WNI dan silakan keluar dari NKRI,"
kata Murodi di Jakarta, Kamis.
Wakil Rektor Bidang Kerja
sama UIN Syarif Hidayatullah itu menilai Pancasila telah mencakup seluruh sendi
kehidupan manusia mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan
keadilan."Semua sudah tercakup. Jadi apalagi yang mau diganti? Makanya
saya mendorong agar generasi muda kembali belajar falsafah Pancasila demi
membangun karakter manusia Indonesia yang baik dan bermartabat," ujar dia.
Ia menilai sangat tidak
tepat apabila ada pihak yang ingin mengganti ideologi negara dengan ideologi
Islam karena Indonesia bukan negara dengan satu agama, meski mayoritas
penduduknya beragama Islam.equality (kesamaan), justice (keadilan), dan
kebebasan. Itu doktrin agama," jelas Murodi. Sementara itu, Wakil
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ishfah Abidal Aziz
mengatakan bahwa prinsip-prinsip hidup berbangsa dan bernegara yaitu dengan
mengamalkan nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan lagi, terutama di kalangan
anak muda.
Ia menilai peran lembaga
pendidikan sangat besar dalam membangun generasi Pancasila demi membendung
pengaruh paham radikal dan terorisme. Sayangnya, menurut dia, pelajaran
mengenai keanekaragaman budaya nasional Indonesia yang merupakan perwujudan
dari Bhinneka Tunggal Ika di sekolah-sekolah sudah banyak berkurang secara
drastis. Bahkan, beberapa kali ditemukan konten buku ajar disusupi ajaran
radikal dan anti-Pancasila.
"Mari kita lawan
propaganda paham radikal dan terorisme mulai dari akar terbawah. Kalau dunia
pendidikan kita bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila, Insya Allah kita akan
terbebas dari pengaruh paham radikal dan terorisme," katanya.
Di samping itu, nilai-nilai Pancasila pun mencakup
nilai-nilai Islam sebagai ajaran yang komprehensif, moderat, serta rahmatan lil
alamin. Ia pun menyoroti adanya kelompok yang mempropagandakan khilafah dan
ingin mendirikan negara Islam di Indonesia, baik dengan cara damai maupun
kekerasan. Ia menegaskan bahwa khilafah yang sejatinya mengandung nilai-nilai
demokrasi telah berakhir pada abad kedelapan masehi, saat munculnya dinasti
Bani Umayah yang mendirikan pemerintahan monarki absolut.

