![]() |
| Ketua Komite Nasional
Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Ali Hanafiah |
SERANG – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Provinsi Banten, Ali Hanafiah menyatakan tidak ada lagi dualisme dalam tubuh
KNPI. Hal tersebut seiring dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Kementerian
Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang mengesahkan kubu Fahd A Rafiq.Ali menilai,
sejak Musda yang dilakukan pada tanggal 15 April lalu, KNPI di Banten pun
menurutnya sudah tidak ada lagi dualisme.
“Sesuai
instruksi DPP KNPI pun tidak boleh ada dualisme lagi, kalau pun ada itu yang
ngaku-ngaku aja,” papar Ali,
saat ditemui setelah pembukaan Rakerda KNPI Banten di Pendopo Gubernur KP3B,
Kamis (12/5).
Ali pun mengajak kepada
pengurus KNPI lama yang berada di kubu lain untuk bergabung. Ali mengaku masih
membuka pintu kepada siapapun untuk bersama-sama membangun Banten di
KNPI.Terkait rencana program yang menjadi prioritasnya, Ali mengatakan ada tiga
hal, pertama adalah program kewirausahaan pemuda, pelatihan advokat untuk
pemuda, dan agro entrepreneur.
Menurut Ali, problem yang
sangat mendasar dihadapi pemuda adalah kurangnya pelatihan-pelatihan
keterampilan dan usaha untuk para pemuda. Dengan itu menurutnya, tidak heran
jika saat ini banyak pemuda yang meninggalkan daerahnya untuk bekerja di daerah
lain.Karena itu, dengan tiga program tersebut diharapkan para pemuda memiliki kemampuan wirausaha sehingga bisa
berkiprah di daerah sendiri.
“Kami berharap
nantinya, akan ada para advokat dan wirausahawan muda,” ujarnya.

