Pemkot Tangerang Dorong Tol Bandara-Kunciran Di Percepat

 Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah
TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendorong pemerintah pusat untuk segera melakukan percepatan pembangunan Tol Kunciran Bandara yang sampai saat ini belum mengalami progress yang berarti."Kami mengharapkan pemerintah pusat segera melakukan percepatan pembangunan proyek tol Kunciran-Bandara. Informasinya pemerintah pusat kekurangan dana untuk melanjutkan pembangunan proyek tol tersebut. Mengingat hal inj dilakukan buat kepentingan masyarakat, apalagi masyarakat sudah pada keburu disuruh pindah dari lokasi," ujar Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah saat berkunjung ke Kantor Badan Pertanahan (BPN) Kota Tangerang guna membahas perkembangan proyek pembangunan Kereta Api Bandara dan JORR II (Kunciran-Serpong), Kamis (28/4/2016).

Karena itu, Arief meminta keseriusan pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek tersebut. Keberadaan Tol Kunciran-Bandara kan sangat penting dalam mengurai kemacetan di Bandara dan Jakarta. Makanya proyek ini seharusnya juga menjadi prioritas pemerintah selain pembangunan Kereta Api Bandara, katanya menegaskan.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Tangerang Himsyar menuturkan kalau pihaknya telah diberikan amanat oleh pemerintah pusat untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan proyek Kunciran-Bandara khususnya dalam mendata dan menginventarisi lahan yang harus dibebaskan sebagai dampak dari pembangunan tol tersebut.

Bahwa sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian terutama terkait pembayaran dari Kementrian PU. Kami sudah kirim surat kesana juga untuk menanyakan kepastiannya. Maslahnya kasihan masyarkat yang harus menunggu ketidak pastian tersebut, ujar Himsyar.

Lebih lanjut Himsyar juga menjelaskan bahwa sampai saat ini ada 100 hektar tanah yang belum terbebaskan. Atau 2000 bidang lagi, kalau itungan kasar harganya permeter Rp 3 juta kali 100 hektar jadi perlu dana Rp 3 Triliun untuk pembebasan naja, katanya.Sedangkan untuk proyek pembangunan Jalur Kereta Api Bandara, dikatakan oleh Himsyar bahwa proses pembebasannya sudah mencapai 54 persen sisanya tinggal menunggu proses pembayaran sambil menunggu hasil verifkasi. Termasuk menunggu putusan MA terhadap 90 bidang yang saat ini dalam proses kasasi, ucapnya kembali.


Diketahui jumlah bidang yang diperlukan untuk pembangunan jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta adalah 815 bidang atau 36 Hektare yang meliputi lima kecamatan dan delapan kelurahan. Kereta api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) nanti beroperasi dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 36,3 kilometer dengan melewati dan berhenti di Stasiun Sudimara Baru, Stasiun Duri dan Stasiun Batuceper.Waktu tempuh diperkirakan mencapai 50 menit dari panjang track 36,3 kilometer, sepanjang 24 kilometer yang merupakan jalur ganda yang telah ada dan sisanya sepanjang 12,3 kilometer jalur baru. 

Sumber: Klik di sini!