![]() |
| Tol Serpong-Kunciran di Tangerang Molor karena anggaran tekor |
TANGERANG
SELATAN - Proyek pembebasan sejumlah tanah pada rencana pembangunan Tol
Serpong-Kunciran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga ke Kota Tangerang,
masih terkendala karena pemerintah masih belum memiliki anggaran alias tekor. Proyek
yang sekiranya merupakan lanjutan dari ruas tol Cinere-Serpong yang juga
bernasib sama itu, masih menunggu untuk pembebasan lahan.
“Kami masih berkutat soal pembebasan lahan, kami
masih fokus di situ. Kita targetkan bisa selesai akhir tahun 2016, sehingga
konstruksi bisa dilakukan pada awal Januari. Asalkan anggarannya segera bisa
dicairkan. Kami usulkan Rp2,5 triliun untuk sekarang. Mudah-mudahan Mei-Juni
bisa dicairkan,” tutur Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ahmad Sjahrial Ritonga, kepada
wartawan, hari ini.
Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menurutnya, telah menghabiskan anggaran
sebesar Rp800 miliar untuk membebaskan sebanyak 718 bidang tanah dari total
1.500 bidang atau setara dengan 100 hektare lebih.Sebanyak 718 bidang tanah itu
berada di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Pakujaya,
Kecamatan Serpong Utara.
Ahli
waris di dua kelurahan ini sudah menerima pembayaran.Sedangkan lima kelurahan
yang belum dibayarkan yakni, Kelurahan Jelupang, Pondok Jagung Timur, Pagiri
Baru dan Parigi Lama kemudian Rawa Mekar Jaya.Kepala Badan Pertahanan Nasional
(BPN) Kota Tangsel, Alen Saputra menyatakan, beberapa persoalan terjadi selama
pembebasan lahan. Namun, persoalan itu umumnya terjadi karena internal pemilik
tanah yang akan terkena pembebasan proyek tol.
“Saya minta bersabar ya para ahli waris, karena pemilik lahan memang banyak yang
meminta untuk dilakukan pembayaran. Kalau sudah cair pasti lah langsung
dibagikan,” ujar Alen.Nasib Tol Kunciran - Serpong memang
masih belum jelas. PT Astratel Nusantara sebagai pemenang tender tersebut
menyatakan, pembebasan lahan tol dengan panjang hanya 11 kilometer tersebut
baru mencapai 65%.
Tol
Kunciran- Serpong yang terhubung dengan Tol Jakarta-Tangerang serta Tol Sediyatmo
merupakan proyek dengan tingkat persoalan pembebasan lahan paling banyak. Hal
itu dikatakan Direktur Astratel Nusantara Wiwiek D Santoso. Misalnya,
kesepakatan harga lahan, surat-surat tanah tak ada, serta keributan antarahli
waris. PT Marga Trans Nusantara, selaku anak perusahaan PT Astratel Nusantara,
belum bisa menargetkan kapan proyek tol tersebut selesai.
”Tergantung pemerintah kalau soal tol itu. Kapan
mereka bisa menyelesaikan pembebasan tanahnya. Kami sih berharap, pada tahun
ini mencapai 100%,” ujar Wiwiek.
Sumber: Klik di sini!
Sumber: Klik di sini!

