![]() |
| Ilustrasi |
SERANG - Pemprov Banten
melalui Dinas Sosial (Dinsos) mencairkan dana bantuan sosial berupa program
Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) tahap I tahun 2016 senilai
Rp3,375 miliar, untuk 54 ribu Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui Kantor Pos.
Pencairan Jamsosratu
tahap pertama tersebut disaksikan langsung Gubernur Banten Rano Karno di
lapangan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Banten, bersamaan dengan acara peringatan
Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tingkat Provinsi Banten, di Serang, Kamis.
Dalam kesempatan
tersebut, ada 201 RTS yang menerima pencairan bantuan tunai bersyarat tahap
pertama masing-masing senilai Rp750 ribu per RTS. Pencairan secara simbolis
di Kantor Dinsos diberikan kepada RTS di
lima kelurahan di Kota Serang, yakni warga Kelurahan Cilaku, Curug, Kemanisan,
Sukajaya, dan Sukawana.
Gubernur Banten Rano
Karno mengingatkan kepada penerima Jamsosratu agar dana tersebut digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga menjelang Puasa Ramadhan."Saya instruksikan
Dinsos agar hari ini dicairkan karena mau puasa, lumayan untuk munggahan yah.
Bantuan ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, jangan dikasihkan ke bapak,
nanti dia beli rokok. Enggak boleh yah," kata Rano dihadapan para penerima
Jamsosratu tersebut.
Ia juga meminta Dinsos
Banten agar penyaluran Jamsosratu tahap II dilakukan sebelum Hari Raya Idul
Fitri. Rano berharap, tahun depan Pemprov Banten dapat menekan angka
kemiskinan. "Kalau bisa ditekan, Alhamdulillah. Kalaupun belum, kami
berusaha tahun depan akan meningkatkan bantuannya," kata Rano Karno.
Kepala Dinsos Banten Ino
S Rawita mengatakan, tahun ini bantuan dana Jamsosratu dialokasikan Rp40,500
miliar untuk 54.000 RTS yang tersebar di delapan kabupaten/kota se-Banten.
Dalam satu tahun, masing-masing RTS mendapatkan Rp2.250.000 yang disalurkan
dalam tiga tahap.
"Untuk simbolis
pencairan tahap pertama ini ada 201 RTS dari lima kelurahan dengan nilai total
bantuan Rp150,750 juta. Masing-masing RTS menerima Rp750 ribu untuk satu kali
pencairan," kata Ino.

