![]() |
| Mathla`ul Anwar bantu awasi penggunaan dana desa |
JAKARTA - Ormas Islam
Mathlaul Anwar yang kini memiliki perwakilan di hampir semua propinsi di
Indonesia berkomitmen untuk membantu mengawasi penggunaan dana desa agar dana
tersebut dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan
warga desa.
"Sesuai arahan
Presiden, kami siap membantu mengawasi penggunaan dana desa agar dana untuk
pembangunan desa tersebut dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran
dan kesejahteraan warga desa," kata Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul
Anwar (PBMA) KH Ahmad Sadeli Karim kepada pers di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, KH Sadeli
berserta Ketua Majlis Amanah KH Irsjad Djuwaeli dan jajaran PBMA pada 13 Juni
2016 melakukan audiensi dengan Presiden Jokowi di Jakarta. Pada kesempatan itu
Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agama
Lukman Hakim Saifuddin.
Presiden ketika itu
menyampaikan adanya tiga tantangan bangsa ke depan yang mendesak untuk segera
diselesaikan, yakni kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial dengan
gini rasio mencapai 0,41. Menurut Presiden, gini rasio sebesar itu sudah
"lampu merah" bagi Indonesia.
Pemerintah telah
mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tiga tantangan tersebut, antara lain
dengan melakukan transfer dana desa ke berbagai daerah yang mencapai Rp 47
triliun pada 2016 yang berarti meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun
sebelumnya yang berjumlah Rp 20 triliun.
Dana tersebut ditransfer
ke desa-desa untuk menggerakan roda perekonomian pedesaan sehingga sangat
diharapkan bisa menggairahkan perekonomian desa yang selanjutnya bisa
mengurangi ketimpangan desa-kota.
Dalam upaya mengawal
penggunaan dan pemanfaatan dana tersebut Presiden meminta Mathlaul Anwar turut
aktif mengawasi pelaksanaan penggunaan dana untuk pengembangan desa tersebut
agar manfaatnya bisa dirasakan segenap warga desa.
Khusus untuk mengatasi
penganguran, Jokowi berharap Mathlaul Anwar memperbanyak pendidikan vokasional
dengan membuka sekolah-sekolah kejuruan dan politeknik, sehingga bisa
meningkatkan SDM yang mampu berkompetisi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sehari setelah diterima
Presiden Jokowi, Ketua Umum PBMA bersama jajaran pengurus Mathla'ul Anwar
langsung menggelar rapat internal untuk membahas tindak lanjut dari pertemuan
dengan Presiden itu.
Menurut Ketua Umum PBMA,
terkait pemanfaatan dana desa, pimpinan Mathla'ul Anwar akan segera mengirimkan
surat edaran kepada semua pengurus di daerah-daerah untuk berperan aktif
mengawasi dan bahkan mengawal penggunaan dana tersebut agar manfaatnya dapat
dirasakan oleh segenap warga desa.
"Mathla'ul Anwar
juga akan memperkuat peran koperasi di setiap perguruan dan satuan pendidikan
yang dikelolanya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan guru dan semua warga
di sekolah-sekolah tersebut," kata KH Sadeli.
Merespon saran dari
Presiden itu Mathla'ul Anwar akan segera melakukan langkah-langkah kongkrit, di
antaranya mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di semua Perguruan
Mathla'ul Anwar di seluruh Indonesia yang berada di 65 lokasi, selain juga akan
membuka politeknik di Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA).

