![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA - Di bidang
kesehatan, Astra pada tahun 2014 menginisiasi gerakan sosial untuk mengajak
masyarakat menggungah komitmen hidup sehat dengan tagar
#generAKSISEHATIndonesia. Dari gerakan ini terkumpul 4.005 komitmen dari
masyarakat dan komitmen ini telah dikonversikan menjadi 4.005 kacamata. Astra
telah membagikan kacamata tersebut untuk anak-anak yang membutuhkan di wilayah
Jakarta Utara, Atambua (Nusa Tenggara Timur), dan Nunukan (Kalimantan Utara) di
mana Menteri Nila F. Moeloek pada saat itu juga turut hadir dan mendukung
kegiatan tersebut.
Setahun kemudian,
kampanye ini kembali lagi berhasil mengumpulkan 5.043 tagar beserta foto aksi
makan sehat di media sosial yang berarti Astra menyumbangkan 5.043 kacamata
untuk anak-anak sekolah di wilayah di Indonesia. Pada medio Desember tahun
2015, sebanyak 2.000 kacamata telah dibagikan di Sabang, Aceh, kemudian 1.500
kacamata di Entikong, Kalimantan Barat, pada awal Januari 2016 dan terakhir
1.543 kacamata di Merauke, Papua pada bulan Februari 2016.
Jadi, terhitung melalui
gerakan sosial #generAKSISEHATIndonesia, Astra secara kumulatif menyumbangkan
9.048 kacamata kepada anak-anak sekolah di daerah perbatasan di seluruh
Indonesia hingga tahun ini.Kegiatan #generAKSISEHATIndonesia ini
dilatarbelakangi oleh fakta dari data riset kesehatan dasar Kementerian
Kesehatan tahun 2013.
Data tersebut menyebutkan
bahwa 4,6% dari total populasi Indonesia memakai kacamata koreksi refraksi dan
lensa mata. Sementara itu, data WHO menyebutkan bahwa 80% dari kasus gangguan
penglihatan itu bisa dicegah dan 90% dari kasus gangguan penglihatan diderita
oleh masyarakat dari keluarga berpenghasilan rendah.
Jika dihubungkan dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak, apabila gangguan refraksi tidak ditangani
secara sungguh-sungguh, akan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan anak.
Proses belajar yang terhambat akan mempengaruhi mutu, kreativitas dan
produktivitas pada usia produktif kelak, yaitu 15-64 tahun.
Di Indonesia, dari 66
juta anak usia sekolah (5-19 tahun), 10% mengalami gangguan akibat kelainan
refraksi. Angka pemakaian kacamata koreksi pun masih rendah, yaitu 12,5%.
Dengan pertimbangan ini, Astra memilih lokasi-lokasi prasejahtera yang terluar
atau dekat perbatasan dengan negara lain, sejalan dengan program pemerintah
saat ini.
Secara keseluruhan, Astra
telah berkontribusi di bidang kesehatan dengan menyediakan pengobatan gratis
melalui Mobil Kesehatan Astra (Mokesa) bagi 116.093 pasien, membina 1.547
posyandu dan menyumbang 174.489 kantong darah

