Meski Meraih WDP, Pansus LHP Berikan Belasan Catatan

 Meski Meraih WDP, Pansus LHP Berikan Belasan Catatan
PANDEGLANG, (KB).-Panitia khusus (pansus) DPRD tentang LHP BPK memberikan belasan catatan terhadap temuan-temuan laporan keuangan pemerintah daerah, meski laporan keuangan daerah tahun 2015 meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Hal itu dikatakan Ketua Pansus LHP BPK, Rika Kartikasari saat paripurna jawaban bupati terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015, dan penyampaian laporan Pansus LHP di ruang paripurna DPRD Pandeglang, Kamis (21/7/2016).

Laporan paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan bersama tiga wakilnya, Erin Fabiana,Yuliana, dan Duriat. Hadir pula Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan Wakil Bupati, Tanto Warsono Arban.

Dalam laporan pansus dibacakan Rika Kartikasari, pansus meminta bupati untuk menegur para kepala SKPD yang setiap tahun menjadi langganan temuan BPK. Baik itu temuan yang bersifat administrasi, penyajian pelaporan maupun dari sisi anggaran."Perlu ada evaluasi secara maksimal bagi para SKPD yang terkena catatan BPK. Evaluasi ini untuk memberikan perbaikan, terutama dalam pelaksanaan pelaporan keuangan daerah," ujar Rika.

Selain itu, pansus menyarankan pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bintek) dan workshop bagi bendahara keuangan di SKPD. Dengan bintek, diharapkan dapat memberikan kemampuan bagi para bendahara dalam melakukan pelaporan keuangan daerah.

Pansus berharap bupati melakukan perbaikan secara maksimal terhadap Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sebab, selama ini instansi itu belum maksimal dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya, termasuk fungsi pelayanan terhadap masyarakat.

"Pansus harap SKPD yang terkena temuan kerugian keuangan negara untuk segera menyelesaikannya dengan cepat dan cermat agar laporan keuangan tahun depan bisa lebih baik lagi, termasuk dalam penyajian laporan keuangan berbasis akrual," tuturnya.