Milter Turki Pro-Kudeta Mulai Menyerah

 Milter Turki Pro-Kudeta Mulai Menyerah
TURKI Presiden Recep Tayyip Erdogan di depan ribuan massa di Istanbul mengatakan pemerintah akan mengendalikan upaya kudeta yang dilakukan oleh militer. Presiden Erdogan juga meminta rakyat untuk tetap turun ke jalan mendukung pemerintah sah.

Presiden Erdogan juga menuduh mereka yang di Pennsylvania telah mengkhianati negara. Yang dimaksud Presiden Erdogan adalah imam Fethullah Gulen dan para pendukungnya yang mengasingkan diri ke Amerika Serikat. Presiden Erdogan menantang para pengkhianat untuk kembali ke Turki bila mempunyai keberanian.

Ribuan massa meneriakkan nama Erdogan saat presiden yang terpilih secara demokratis pada tahun 2014 meninggalkan panggung.

Sementara itu, militer yang menutup Jembatan Bosphorus yang menghubungkan Eropa dan Asia mulai meninggalkan tank mereka dengan tangan terangkat.

Pemerintah Turki menyatakan kudeta telah berakhir walaupun Presiden Erdogan mengatakan masih ada sedikit gangguan yang terus berlangsung di Ankara, ibukota Turki. Menurut kantor berita Anadolu, helikopter militer yang digunakan untuk kudeta telah ditembak jatuh di luar kota Ankara.

Kantor CNN Turki yang sempat dipaksa berhenti siaran oleh militer telah kembali mengudara. Jurnalis yang dipaksa meninggalkan gedung telah kembali ke kantor mereka.

Demikian juga dengan kanal televisi negara TRT yang sempat dihentikan siarannya. Walaupun saluran berbahasa Inggris masih belum mengudara namun beberapa kanal berbahasa Turki telah mulai aktif kembali.

Beberapa waktu lalu Reuters melaporkan serangan bom terhadap gedung parlemen masih berlangsung. Juru bicara parlemen Ismail Kahraman mengatakan tidak ada anggota parlemen yang terluka. Beberapa polisi tewas dan terluka namun hingga kini masih belum bisa dikonfirmasi.


Perdana Menteri Turki Binali Yildirim akan mengadakan rapat darurat di parlemen pada Sabtu ini, demikian menurut kantor berita Anadolu.