![]() |
| Ilustrasi |
Perilaku anak usia 5 -7 tahun. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua?
Pada usia 5 – 7 tahun anak akan mulai menjalani kehidupan baru yang akan banyak menyita kebebasan mereka yakni dunia sekolah. Untuk itu , sang anak perlu diberi pngertian bahwa sekolah itu adalah tempat terbaik untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang menarik, yang dapat memperluas wawasannya.
Pada saat sang anak pulang dari sekolah, dia perlu disambut dan diajak ngobrol mengenai pengalamannya di sekolah hari itu. Sepulang dari sekolah dia kadang-kadang tak berselera untuk makan atau uring-uringan . Ini mungkin di karenakan dia stres menghadapi mata pelajaran tertentu yang tidak dia sukai atau kurang dikuasai. Dan deka
Hadapi dan dekati agar dia mau mengungkapkan isi hatinya, lalu bantu dia mengatasi problemanya tersebut. Anak harus terus diberi pangarahan agar dia betul-betul meyakini dan menyadari bahwa dia di sekolahkan oleh orangtuanya adalah untuk kepentingan sang anak sendiri, bukan untuk kepentingan orangtuanya.
Bahwasannya ada beberapa mata pelajaran yang sulit dicerna, itu adalah hal yang wajar dan itulah sebabnya mengapa orang harus sekolah, yakni agar menjadi orang yang pandai. Kalau diajari yang mudah-mudah saja , ya, untuk apa bersekolah?
Jika sekali waktu anak pulang sekolah membawa temen-temannya ke rumah sambutlah mereka dengan wajah ramah kendatipun tindakkanya itu tanpa minta persejuan lebih dulu pada orangtua. Biarkan mereka melakukan kegiatan yang kreatif sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pada usia 5 – 7 tahun anak biasanya punya hasrat yang besar untu dapat membaca sesuatu sebagai bahan bacaan. Ini saat yang tepat untuk membantu mereka belajar membaca dan menulis.
Mereka membutuhkan kegiatan atau permainan yang bersiaf kelompok, misalnya menari atau bermenyanyi bersama. Anak membutuhkan tempat dan peralatan untuk bermain yang dapat menunjang dan menyalurkan hasrat mereka.
Jika anak dalam melakukan sesuatu sering putus asa karena kurang percaya diri, beri dia dorongan dan tuntunan agar rasa percaya dirinya tumbuh dan tidak gampang menyerah mengahadapi suatu tantangan.
Ayah (jika anaknya lelaki) atau ibu (jika anaknya perempuan) harus bisa meluangkan waktu untuk bergaul dengan sang anak. Ini saat yang tepat untuk membantu mereka belajar membaca dan menulis atau bermain bersamanya, misalnya memancing atau berenang bersama.
Jika anak melakukan suatu kesalahan, jangan dicela atau ditertawai. Orang tua sebaiknya lebih banyak memuji kelebihannya daripada mencela kekurangannya.
Dari berbagai sumber.

