Reog Polres Pelabuhan, Jaga Keamanan Sekaligus Hibur Masyarakat

Reog Polres Pelabuhan, Jaga Keamanan
Sekaligus Hibur Masyarakat   
TANJUNG PRIOK Merayakan HUT Bhayangkara ke-70, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar atraksi Reyog Ponorogo di Terminal II JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (1/7). Atraksi Reog tersebut merupakan murni dari anggota Polres Pelabuhan sendiri.

Pemimpin reyog Ponorogo yang sekaligus Kanit Ranmor Polres Pelabuhan Iptu Joko Nugroho SH mengatakan, dirinya mengajak dan melatih para pemain reyog sudah sejak tahun 2012 lalu. Mereka menamakan kelompoknya, Reyog Singo Budoyo Mudo.

Saya asli dari Ponorogo dan sejak 2012 kita sudah latihan. Selain jadi pelindung polisi juga bisa jadi penghibur masyarakat juga. Dua polisi bermain reog, ada delapan Polwan yang menari jatilan terus ada yang berperan sebagai warok itu dari anggota Reskrim dan lalu lintas, kata Joko.

Dikatakannya, kelompok reyog Polres Pelabuhan Tanjung Priok dari tingkat skala provinsi hingga nasional. Lomba di TMII tingkat DKI Jakarta tahun 2013 dapat juara 1. Kemudian lomba Reyog di Ponorogo tahun 2014 setiap bulan Muharam itu event Internasional dan Nasional dapat juara 2, tukas Joko.

Selain itu, Joko dan kawan-kawannya bahkan diminta memberi pelatihan reog kepada petugas kepolisian yang masuk dalam organisasi PBB selama 6 bulan. Masuk misi kebudayaan. Enam bulan disana itu kita diminta memperkenalkan budaya dan melatih reog, tukasnys.

Dalam aksinya, Reyog Singo Budoyo Mudo tersebut sama dengan reyog lainnya yang mengangkat reog menggunakan kekuatan leher dan gigi seberat 50 kg lebih.

Itu berat reog 50 kg, itu kami lakukan murni hasil latihan. Setiap tampil ada orang diatas reog  itu artinya beratnya bisa mencapai 50 kg kali berat orang itu. Itu dilakukan 15 menit sampai 25 menit setiap tampil, pungkasnya.


Acara tersebut disaksikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hanny Hidayat dan juga tamu undangan TNI, Muspika dan instansi lainnya di wilayah Jakarta Utara usai upacara HUT Bhayangkara.