![]() |
| Dishubkominfo Tangsel Implementasikan Pelayanan Smart City |
TANGERANG - Senin (20/6).
Menjelang Idul Fitri 1437 H terjadi kenaikan hingga 30% – 40% kendaraan yang melakukan Uji KIR.
DemySanjaya/tangselpos
Dalam rangka mendukung
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyandang gelar Smart City, Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangsel mengimplementasikan
berbagai pelayanan “smart” tersebut terhadap masyarakat.
Penerapan Smart City
dalam pelayanan bidang perhubungan ditandai dengan dikembangkannya sistem
transportasi massal sejak 2014. Berdasarkan prosentase statistik pengguna
kendaraan pribadi di Kota tangsel mencapai 96 persen yang terdiri dari
kendaraan roda empat dan roda dua.
Menurut Kepala Dinas
Dishubkominfo Tangsel, Sukanta, tingginya pengguna kendaraan pribadi tersebut berdampak
langsung pada tingkat kemacetan di jalan-jalan umum. Hal itu tak dapat
dihindari mengingat rendahnya kinerja angkutan umum yang tersedia, baik itu
dari sisi keamanan, ketepatan waktu maupun aspek kenyamanan.
“Sejak tahun 2014 kita mulai
kembangkan moda transportasi massal berupa Bus Trans Anggrek Circle Line,
dengan jumlah armada sementara sebanyak lima unit bus,” katanya
Trans Anggrek Circle Line
itu sendiri saat ini baru beroperasi pada koridor dua dengan rute Pondok
Cabe-Jalan Agus Salim-Jalan Siliwangi-Puspiptek hingga berakhir di Stasiun
Rawabuntu. Kedepannya rute tersebut akan ditambah dengan melewati lima stasiun
yang ada di Tangsel yaitu Stasiun Rawabuntu, Stasiun Serpong, Stasiun Jombang,
Stasiun Sudimara dan Stasiun Pondok Ranji.
Di samping itu, dalam
program pengkajian berikutnya sedang digagas alternatif selain transportasi
Trans Anggrek Circle Line, yaitu berupa Light Rel Transit (LRT), dimana moda
transportasi ini akan melayani masyarakat Tangsel yang bekerja di kawasan
Jakarta, rutenya nanti akan menempuh jalur Lebak Bulus-Muncul-Setu dan Lebak
Bulus-Bintaro-BSD.
“Mudah-mudahan jika kajian
rancangan awal ini disetujui maka pada tahun 2017 sudah bisa operasi,” ujarnya.
Dia pun menambahkan,
bahwa saat ini juga tengah ada pembahasan kerjasama dengan Pemerintahan
Provinsi Banten untuk pembangunan Monorel, nantinya Monorel tersebut akan
mengambil rute dari wilayah Muncul, Serpong menuju ke Bandara Soekarno Hatta.
Sedangkan penerapan Smart
City untuk bidang Komunikasi adalah dengan mengintegrasikan dan
menginterkoneksikan jaringan di Kota Tangsel, dengan teknologi itu maka
masyarakat bisa lebih mudah dalam mendapatkan informasi.
Diantara sistem
komunikasi yang terbaru itu adalah diberlakukannya Sistem Sisumaker, yakni
aplikasi yang mengatur surat masuk dan surat keluar secara online, sehingga
akan lebih mudah mengaksesnya. Hal lainnya adalah SMS Gateaway yang kini
diterapkan dalam pendaftaran untuk berobat di RSU, dan terakhir adalah
penerapan pelayanan PKB, KIR yang berbasis IT.
“Dalam pelayanan itu semua bisa
dilakukan secara online, dari mulai pendaftaran hingga pengujian, seperti
pengurusan KIR dan PKB,” ujarnya.
Peningkatan pelayanan itu
semua untuk mendukung terbangunnya Kota Tangsel menjadi Smart City, hal itu
akan makin lengkap dengan sistem keamanan yang memadai. Atas dasar itu
rencananya pada awal tahun 2016 nanti Dishubkominfo akan menyebar Close Circuit
CCTV pada enam titik.
“Tahap awal kita sebar CCTV pada
enam titik di Tangsel, nantinya di kantor Pemkot akan dibangun common room-nya
untuk memantau CCTV tersebut,” tambahnya.
Menuju Smart City maka
terlebih dahulu dimulai dengan peningkatan moda transportasi, pelayanan
komunikasi dan pelayanan Informasi, hal itu semua akan menjadikan kota Tangsel
layak menyandang gelar Smart City.

