![]() |
| DNIKS Dorong Orang Kaya Bayar Zakat |
TANGERANG - Dewan
Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mendorong masyarakat
kalangan atas agar membayar zakat. Dengan taat membayar pajak akan menjadikan
kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia bisa dipersempit. Ketua Umum DNIKS
Haryono Suyono mengatakan, kesenjangan sosial di Indonesia saat ini masih
mencapai 0,43 sampai 0,45 persen.
“Itu sebuah proses yang tidak
mudah, kita ingin mengadakan konsolidasi super dana dari berbagai penjuru. Penjuru
pemerintah dari Kementerian Sosial maupun kementerian lain kita undang untuk
masuk ke desa,” kata Haryono
saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DNIKS yang digelar di Hotel
Grand Serpong, Kota Tangerang, Senin (29/8/2016).
Menurutnya, sebagai upaya
mempersempit kesenjangan sosial itu, pihaknya mengajak orang-orang kaya agar
membayar zakat. Bahkan pada acara kemarin, DNIKS melakukan penandatangan
momerandum of understanding (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Itulah sebabnya hari ini, kita
menandatangani kerjasama dengan Baznas dengan maksud agar saudara-saudara bisa
membagikan zakat pada rakyat banyak. Karena zakat merupakan salah satu upaya
kita dalam menolong saudara kita,” ungkapnya.
Dijelaskan mantan Kepala
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di era Persiden Soeharto
ini, Rakernas DNIKS bertujuan untuk meningkatkan kinerja untuk mengatasi
tingkat kemiskinan, kelaparan dan mendekatkan jarak terhadap keluarga miskin dan
keluarga kaya.
“Kita semua sebagai relawan
sosial harus bahu membahu dan bergotong royong membantu mereka. Hari ini kita
mengadakan Rakernas agar saudara bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja
tuntas,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur
Banten Rano Karno mengaku sangat senang dan bangga Provinsi Banten terpilih
menjadi tuan rumah rakernas DNIKS tahun 2016. “Rakernas ini membahas tentang kesejahteraan sosial, kita memerlukan
input-input dari Rakernas ini,” kata Rano.
Rano mengakui, Provinsi
Banten dengan segala tingkat kesejahteraan sosialnya banyak yang harus
dibenahi. “Saat ini tingkat kemiskinan di
Provinsi Banten mencapai 5,4 persen dan mengalami penurunan yang cukup
signifikan. Dan saat ini Provinsi Banten berencana ingin membangun Rumah Sakit
Jiwa dengan lahan sudah ada dan luas hampir 5 hektare di Kota Serang,” ujarnya.
Ratusan pengurus Lembaga
Koordinisasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) dan Badan Koordinasi Kegiatan
Kesejahteraan (BK3S) tingkat provinsi se-Indonesia beserta pengurus Organisasi
Sosial Nasional (Orsosnas) hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga
hari tersebut.
Sejumlah pejabat hadir
pada acara tersebut, diantaranya Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Walikota
Tangerang Arief Wismansyah dan sejumlah pejabat lainnya. Pada kesempatan itu juga
dilangsungkan penandatangan MoU antara DNIKS, LKKS, dan IAIN SMH Banten, serta
MoU dengan Baznas dan Asuransi Bumi Putra.
Ketua Umum LKKS Banten
yang juga sebagai Ketua Panitia Acara, Dewi Indriati Rano menyatakan,
sedikitnya 300 orang hadir menjadi peserta Rakernas dan Semiloka DNIKS.
Meliputi pengurus LKKS/BK3S se Indonesia, Perwakilan Kemensos, Orsosnas binaan
Kemensos, Pengurus LKKS Provinsi Banten dan LKKS Kabupaten/Kota se Banten, para
akademisi serta para pemerhati kesejahteraan sosial.
“Rakernas DNIKS yang
diselenggarakan di Banten ini merupakan forum komunikasi dan konsultasi Badan
Pengurus dengan anggotanya, merupakan tindaklanjut serta kesepakatan hasil
Rakernas DNIKS di Padang, Sumatera Barat tahun lalu,” katanya.
Kata Dewi, terdapat
beberapa tujuan utama Rakernas tersebut. Diantaranya mengkonsolidasikan peran
LKKS/BK3S dan Orsosnas dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dengan
melakukan pencerahan tentang manajemen organisasi secara teori dan praktek.
Sharing pangalaman dalam pengelolaan organisasi, termasuk didalamnya
peningkatan kapasitas SDM dan pengembangan organisasi, serta mencari dukungan
dana (fund raising) dari sumber-sumber yang dapat dilakukan di daerah.
“Tujuan lainnya, menyusun rencana
kerja masing-masing LKKS dan BK3S serta Orsosnas,” tandasnya, seraya berharap pelaksanaan acara bisa berjalan lancar sesuai
dengan yang direncanakan.

