![]() |
| Ekskul Tari Saman Diminati Siswa Baru |
TANGERANG - Tidak selamanya
anak muda masa kini lupa dengan kebudayaan bangsanya sendiri. Buktinya saja,
sekelompok siswa di SMA Yuppentek 1 Tangerang, sangat konsen untuk melestarikan
tari saman, yang merupakan salah satu kebudayaan Indonesia.
Anisa Rahmawati, siswi
kelas XII IPS 4 menjadi salah satu penggerak diadakannya ekskul tari saman di
sekolah tersebut. Alasan utama Anisa membentuk ekskul ini, katanya, selain
menambah pengetahuan tentang kebudayaan, juga yang utama tentu saja
melestarikan budaya Indonesia.
“Sebenarnya aku sama teman-teman
yang menggagas ekskul saman. Tujuannya aku itu, untuk nambah ilmu dari budaya
Indonesia dan juga aku ingin melestarikan budaya Indonesia melalui tari. Maka
dari itu, saya bikin ekskul saman,” ujar Anisa.
Di SMA Yuppentek 1
Tangerang, ekskul saman belum ada. Dengan adanya keinginan para siswanya ingin
melestarikan budaya Indonesia, para guru pun sangat mendukung apa yang ingin
dilakukan siswa sekolah ini.
“Aku awalnya ngajuin ekskul saman
ke pembina kreatif seni, dari situ sudah mendapat respon baik. Karena mendapat
respon baik, aku diajak untuk memeriahkan wisuda kakak kelas yang lulus
kemarin,” ucapnya.
Dengan pentasnya ekskul
saman diwisuda kakak kelas mereka, hal itu sangat membanggakan bagi Anisa dan
kawan-kawan. Dan akhirnya, ekskul saman diresmikan dengan nama “Rampoe Yuppentek”. “Waktu ada demo ekskul di
sekolah, banyak banget yang mendaftar. Kebanggaan juga sih, ekskul baru
langsung mendapatkan minat yang baik dari para adik-adik kelas,” imbuhnya.
Anisa hanya berharap
dengan adanya ekskul saman angkatan pertama ini, kedepannya bisa menjadikan
ekskul saman menjadi ekskul yang memiliki prestasi menonjol. Ekskul saman ini
dilatih oleh, Shinta Almabrur dan juga penabuh gendang, Muhtadin Fadli.
“Aku sih pengen banget ekskul ini
bisa berlanjut terus sampai angkatan selanjutnya. Karena mempertahankan sesuatu
itu lebih sulit dari pada membangun. Selain itu, aku ingin semua anggota tetap
kompak dan solid,” tegasnya

