![]() |
| (Mendikbud) Muhadjir Effendy |
JAKARTA - Sekolah terbuka
sampai kini masih dipandang sebelah mata. Pamor sekolah terbuka tidak cemerlang
dibanding sekolah formal pada umumnya. Namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
(Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan keberadaan sekolah terbuka masih
dibutuhkan.
Muhadjir menjelaskan
banyak pihak yang mempertanyakan keberadaan sekolah terbuka. Sebab saat ini
jumlah sekolah formal sudah sangat banyak. “Sekolah terbuka tetap dibutuhkan untuk mengatasi kesenjangan akses dan
menanamkan life skill,” katanya di
pembukaan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) di Jakarta, Senin (1/8).
Guru besar bidang
sosiologi Univerrsitas Negeri Malang (UM) itu menjelaskan sampai saat ini
kesenjangan pendidikan masih terjadi. Penyebabnya ada tiga faktor, yakni
struktural akibat kebijakan pemerintah, kultural (budaya masyarakat), dan
kondisi geografis.
Muhadjir menuturkan
banyak anak putus sekolah karena budaya di keluarganya. Yakni budaya yang
menganggap anak itu adalah aset tenaga kerja keluarga. Sehingga ketika ada anak
yang sekolah, maka salah satu sumber penghasilan keluarga dianggap hilang. “Untuk itu anak yang sekolah juga perlu diberikan
life skill sehingga setelah lulus bisa bekerja juga,” katanya dilansir JawaPos.com.
Konten pembelajaran life
skill di sekolah formal selama ini tidak sebanyak di sekolah terbuka. Selain
itu sekolah terbuka juga memiliki kekhasan jam belajar yang tidak kaku seperti
sekolah formal.
Sehingga mantan rektor
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menjelaskan keluarga tidak lagi
khawatir sumber penghasilannya hilang. Sebab anak-anaknya tetap bisa sekolah
sambil membantu pekerjaan keluarga.

