Mendikbud Resmikan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Mendikbud Muhadjir Effendy 
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy meresmikan gedung baru milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) usai menjalani renovasi selama tiga tahun.

Dalam acara peresmian yang berlangsung di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur itu, Menteri Muhadjir mengaku terkesan dengan perubahan fasilitas yang dimiliki lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1947 itu.

"Ternyata fasilitas untuk pengembangan bahasa sangat luar biasa, dan tentu dengan sejarahnya sendiri pasti telah menorehkan prestasi," ujar Menteri Muhadjir, Kamis (1/9/2016).

Menteri Muhadjir juga berharap BPPB mampu bekerja keras agar Bahasa Indonesia mampu menjadi bagian dari bahasa internasional, termasuk sebagai bahasa pengetahuan dan bahasa bisnis.

Menurut dia, hal tersebut patut dilakukan mengingat besarnya kontribusi Bahasa Indonesia yang berperan sebagai bahasa pemersatu ribuan suku bangsa yang ada di Indonesia.

"Kalau di Jawa mungkin tidak terlalu terasa, tapi coba kunjungi Papua. Di sana ada sekitar 3.000 bahasa, tiap kampung bisa beda bahasa. Agar mereka saling memahami maka pakai Bahasa Indonesia, perannya besar," tuturnya, menceritakan.

Meski demikian, dia pun mengakui bahwa proses untuk menjadikan Bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan internasional tidak lah mudah.

Oleh sebab itu, upaya tersebut harus dimulai dengan mengubah pola pikir pemangku jabatan di pemerintahan maupun instansi terkait untuk lebih percaya diri menggunakan Bahasa Indonesia.

Sebelum meresmikan gedung baru BPPB, Menteri Muhadjir melakukan pemeriksaan ke sejumlah bagian bangunan seperti Ruang Poliklinik, Laboratorium Bahasa berbasis teknologi informasi, hingga perpustakaan yang lebih moderen.

Kepala BPPB, Dadang Sunendar menceritakan, lembaga tersebut sudah ada sejak tahun 1947 dengan nama Instituut Voor Taal en Cultuur Onderzoek (ITCO) dan dipimpin seorang warga negara Belanda.

Dalam prosesnya, lembaga tersebut sempat berubah-ubah nama menjadi Balai Bahasa (1948), Lembaga Bahasa dan Budaya (1952), Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1974), Pusat Bahasa (2000), dan akhirnya menjadi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) pada tahun 2010.