![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA – Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional
(KEIN) Muhammad Syafii Antonio mengharapkan, industri perbankan membuat
kebijakan yang mendorong bergeraknya usaha masyarakat.
Menurut Syafii, dalam
pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, kebijakan perbankan yang
memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan dan keuangan akan ikut mendongkrak
tumbuhnya perekonomian Indonesia.
Untuk itu, perlu disusun
model bisnis dan visi misi perbankan yang tepat arah dalam menyasar semua
lapisan masyarakat, agar mereka mudah dalam mengakses layanan keuangan.
“Harapan pertumbuhan ekonomi
nasional yang baik itu angkanya di atas dua digit, bisa saja itu terealisasi
dengan kontribusi perbankan,” ujar
Syafii mengatakan,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia sudah harus menyusun peta arah
kebijakan keuangan menuju itu semua.
Menurutnya, penting bagi
kedua instansi tersebut untuk menyamakan visi misinya agar nantinya saling
menguatkan saat menetapkan kebijakan keuangan.
“Kalau arahnya sudah sama,
kebijakan keuangan saling menguatkan yang berpihak untuk kemudahan akses
ekonomi masyarakat, maka diharapakan tingkat kesenjangan pendapatan masyarakat
menurun,”tutur Syafii.
Dia mengusulkan agar
kebijakan pembiayaan dan keuangan nantinya banyak mengarah ke tingkat usaha
mikro dan pedesaan.
Nantinya dengan begitu,
kata Syafii, mampu membuat koperasi menggeliat dan pendapatan keuangan di desa
meningkat.
“Teknologi juga semakin
berkembang sebab ditunjang dengan akses kemudahan permodalan. Begitu juga bank
bisa mengalokasikan sekurangnya lima persen untuk arah pendidikan kejuruan
sebab banyak masyarakat kita yang masih mengenyam pendidikan formal hanya
sampai tingkat SMA, bahkan SMP,” ucapnya.
Syafii juga mengingatkan
mengenai sistem Financial Technology (Fintech) yang saat ini akam dikembangkan.
Dia berharap agar fintech tidak diberlakukan dengan kebijakan yang berat,
seperti diterapkan ke model Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
“Alasannya sebab bagaimanapun
juga tidak akan dapat bisa mengambil alih peran bank,” kata Syafii.
Syafii juga ingin
nantinya bila muncul kebijakan keuangan yang digodok OJK dan BI, jangan sampai
justru mematikan industri keuangan di bawahnya. Menurutnya, industri jasa
keuangan dan perbankan harus sama-sama saling tumbuh.
Menyangkut kategori bank
konvensional dan syariah, Syafii meminta agar keduanya sama-sama dibuat kebijakan
untuk bisa memperoleh keuntungan dan berkembang. “Jangan hanya terfokus pada pengembangan bank konvensional, namun bank
syariah berjalan lambat,” ujar Syafii.

