![]() |
|
Johan Budi : Saya
menyampaikan pemberantasan korupsi
tidak hanya punya tujuan menimbulkan efek
jera
namun harus bisa penyelamatan keuangan negara yang besar,"
|
JAKARTA - Calon Pimpinan
KPK, Johan Budi, mengatakan makalah yang ditulisnya dalam rangkaian uji
kelayakan dan kepatutan Capim KPK, mengenai konsep pemberantasan korupsi bukan
hanya menimbulkan efek jera namun memberikan penyelamatan keuangan negara yang
sebesar-besarnya.
"Saya menyampaikan
pemberantasan korupsi tidak hanya punya tujuan menimbulkan efek jera namun
harus bisa penyelamatan keuangan negara yang besar," katanya di Gedung
Nusantara II, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, dirinya juga
menuliskan bidang pencegahan korupsi harus terbentuk sistem birokrasi dengan
tata kelola pemerintahan yang baik. Dia menjelaskan, penindakan dan pencegahan
menurut saya harus dilakukan secara simultan sinergi dan dengan kecepatan yang
sama sehingga korupsi bisa dicegah.
"Masing-masing harus
sama, tidak boleh mengedepankan penindakan, tidak boleh juga mengedepankan
pencegahan saja," ujarnya.
Hal itu menurut dia,
termasuk mengenai sinergi antara KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, serta sinergi
antar tiga intitusi penegak hukum itu harus dilakukan. Ketika ditanyakan apakah
dalam pertanyaan makalah juga ditanya mengenai revisi UU KPK, Johan menuturkan
hal tersebut disinggung secara tidak langsung.
"Ada juga
(pertanyaan dalam makalah) yang dikaitkan dengan bagaimana KPK kedepan,"
katanya.
Johan juga mengatakan
dirinya mendapatkan jadwal wawancara dalam uji kelayakan dan kepatutan pada
Senin (14/12) pukul 15.00 WIB. Dia mengaku persiapan yang dilakukannya adalah
tidur yang cukup serta berdoa agar diberikan jalan yang terbaik. Saat ditanya
apakah optimis dalam proses uji kelayakan, Johan menyerahkan keputusan pada
Komisi III.
"Dipilih silahkan,
tidak dipilih silahkan, kita serahkan ke Komisi III," katanya.
Sumber: Klik di sini!

