Pemprov Banten Optimistis Serapan Anggaran Capai 90 Persen

 Ilustrasi
SERANG, (KB).-Pemerintah Provinsi Banten optimistis penyerapan APBD 2015 hingga akhir tahun nanti mencapai 90 persen. Sebab, berdasarkan capaian prediksi kinerja di triwulan IV ini progres penyerapan anggaran menyentuh angka 87 persen. Gubernur Banten Rano Karno menyatakan penyerapan anggaran belanja langsung di lingkungan Pemprov Banten diprediksi mencapai 90 persen hingga memasuki triwulan terakhir pada tahun anggaran 2015.

Penyerapan anggaran diprediksi mencapai 90 persen. Posisi per hari ini 87 persen, tetapi tadi dilaporkan bahwa banyak SKPD yang melakukan pencairan hari ini, kata Gubernur Banten, di Pendopo KP3B, Kota Serang, Senin (28/12/2015).

Dari data Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) capaian prediksi kinerja triwulan IV hingga bulan Desember 2015 lebih tinggi dibandingkan waktu yang sama tahun 2014 lalu. Pada tahun 2014 serapan anggaran Pemprov Banten hanya Rp 78,65 % atau Rp 6,192 triliun dengan pagu belanja Rp 7,872 triliun dan Silpa mencapai 1,679 triliun. Untuk tahun 2015 ini pagunya Rp 9,278 triliun, sementara yang terserap Rp 8,150 triliun, dengan prediksi Silpa Rp 1,377 triliun. Saya meminta kepada para pengelola satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk terus meningkatkan kinerjanya, semoga tahun depan bisa lebih baik lagi, ujarnya.

Menurut dia, realisasi atau penyerapan anggaran pada 2015 sekitar 90 persen sudah cukup ideal untuk mendorong pembangunan daerah. Memang beberapa SKPD masih ada yang rendah, tapi ternyata mereka terus berjalan menyelesaikannya. Saya tadinya memprediksi hanya 80 persen, ternyata bisa mencapai 90 persen, artinya ini cukup baik. Adapun permasalahan di DBMTR yang capaiannya masih rendah dikarenakan pembebasan lahan, kemudian DSDAP, dan Dinas Pendidikan. Tapi Dinas Pendidikan tadi laporan per hari ini ada beberapa pencairan makanya sampai angka 80 persen lebih, katanya.

Menurut Kepala Biro Ekbang Provinsi Banten, E. Kusmayadi, ada kenaikan cukup signifikan kinerja pada 2015 dibanding 2014 lalu. "Secara fisik realisasi pada tahun ini sebesar 94,39 persen dan secara keuangan sebesar Rp 87,85 persen atau senilai Rp 7,562 triliun. Ini cukup signifikan dibandingkan tahun anggaran sebelumnya. Seperti yang dikatakan Pak Gubernur juga, Silpa per 23 Desember 2015 sebesar Rp 1,27 triliun.

Dengan nilai ini saja sudah lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 1,9 triliun. Jumlah silpa ini masih bisa berkurang karena masih ada realisasi yang berjalan," katanya.Ia menjelaskan, dari posisi silpa Rp 1,27 triliun tersebut ada penambahan yang berasal dari penyertaan modal PT BGD terkait pembentukan Bank Banten yakni senilai Rp 250 miliar. "Jadi nilai Rp 1,27 triliun itu posisi saat ini. Kemudian ditambah penyertaan modal PT BGD sebesar Rp 250 miliar yang dianggarkan pada APBD perubahan 2015," katanya.

Harus tepat sasaran

Menurut Wakil Ketua DPRD Banten, Nuraeni, ukuran baik tidaknya kinerja pemerintahan tak melulu dilihat dari segi besarnya penyerapan anggaran. Terpenting, kata dia, program-program yang dilaksanakan Pemprov Banten tepat sasaran. "Jangan dilihat dari besar tidaknya penyerapan anggaran saja. Kalaupun serapannya bagus lihat outputnya besar tidak? Kalau serapan tinggi tetapi enggak ada outputnya, atau tidak tepat sasaran buat apa," kata Nuraeni, ditemui Senin (28/12/2015).

Ia mengapresiasi langkah Gubernur Banten Rano Karno yang menjadikan hasil evaluasi kinerja tersebut sebagai pertimbangannya dalam mengevaluasi personel di SKPD. "Memang sudah seharusnya dievaluasi. Ya, kalau dikatakan telat, ya tidak ada kata terlambat memang. Namun, Komisi I sudah jauh-jauh hari menilai ke arah sana, agar kinerja kepala SKPD dievaluasi kepala daerah terkait penyerapan anggaran rendah," ujar koordinator Komisi I ini.

Namun, ia berharap hal tersebut betul-betul dilaksanakan. "Jangan hanya pepesan kosong," ucapnya.Ditanya apakah evaluasi yang dimaksud harus juga diikuti dengan rotasi mutasi, menurutnya, gubernur dan sekda punya penilaian akan hal itu. "Ya mungkin gubernur punya penilaian sendiri. Pak Sekda punya catatan sendiri sebagai ketua TAPD. Berhak melakukan rotasi mutasi atas dasar kinerja," katanya. Lebih jauh, ia juga berharap evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, termasuk penempatan pejabat dari mulai eselon IV sampai eselon II harus sesuai kompetensi.


"Evaluasi semuanya. Termasuk menjaga kekompakan para ASN. Jangan ada kubu-kubuan," katanya. 

Sumber: Klik di sini!