Februari, Tatu dan Iman Dilantik

 Ilustrasi
SERANG, (KB).-Dua pasangan kepala daerah terpilih di Provinsi Banten direncanakan awal Februari dilantik. Dua pasangan tersebut yakni Bupati dan Wakil Bupati Serang terpilih Ratu Tatu Chasanah-Panji Tirtayasa dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi-Edi Ariadi. 

Kemungkinan besar pelantikan kedua pasangan kepala daerah disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. "Saya berusaha ingin awal-awal Februari. Sekarang sedang dipersiapkan masyarakat. Partisipasi not bad tapi juga tidak baik," kata Irman.

Lebih baik Bupati Serang terpilih Ratu Tatu Chasanah saat dikonfirmasi menyatakan sudah mendengar informasi rencana pelantikan yang akan dilaksanakan pada Februari. Menanggapi rencana pelantikan tersebut, Tatu menyatakan kesiapannya. Ya lebih cepat lebih baik, karena saat ini program pembangunan sudah berjalan. Jika terlalu lama pelantikannya, dikhawatirkan akan menghambat pembangunan. Karena ada kebijakan yang tidak bisa dilakukan oleh Penjabat Bupati, melainkan harus oleh bupati defenitif, tuturnya.

Petunjuk ke daerah semua sudah kami kirim. Menunggu nanti dengan setneg (sekretariat negara) mengatur waktunya, teknisnya, dan undang-undangnya bagaimana karena masih ada pilkada yang bersengketadan ada sejumlah daerah yang masa jabatannya itu baru habis Juni," kata Tjahjo di Istana Kepresidenan,Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Tjahjo menjelaskan pelantikan rencananya dilangsungkan bersamaan di Istana Kepresidenan. Sementara serah terima jabatan bisa dilakukan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masing-masing. Para kepala daerah terpilih yang masih menghadapi sengketa hasil pemilu harus menunggu pelantikan tahap berikutnya. "Ya menunggu pada tahap berikutnya. Jangan sampai yang bersengketa itu menyandera pilkada yang sudah selesai," kata Tjahjo.

Langkah itu dilakukan, kata Tjahjo agar jangan sampai adanya pihak-pihak yang bersengketa justru menyandera pilkada yang sudah selesai.Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengapresiasi Mahkamah Konstitusi yang betul-betul memutuskan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan cara itu, dia meyakini semua pihak relatif bisa menerima dengan baik keputusan MK.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengatakan pilkada memang juga dibahas dalam Pertemuan Konsultasi Presiden RepublikIndonesia dengan para Pimpinan Lembaga Negara di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/1/2016). "Pilkada tadi yang kita sampaikan, agar kalau sudah ada putusan segera melantik bupati, walikota, gubernuryang terpilih," kata Irman. Dia juga memandang proses penyelesaian sengketa pilkada di MK sudah berjalan baik.


Dia berharap semua sengketa bisa segera diputuskan agar ada kepastian hukum kepala daerah terpilih. Secara keseluruhan, DPD memandang pilkada serentak 2015 berhasil walau masih ada kekurangannya. "Minusnya partisipasi masyarakat dalam pestarakyat itu dirasakan. Selama ini kita khawatir money politic sehingga gairah masyarakat tidak kelihatan dan gairah datang ke bilik juga kurang. Padahal salah satu ukuran demokrasi itu juga partisipasi masyarakat.

Sumber: Klik di sini!