![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Pada 1 Maret 2016, pengelola Bandara
Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II akan menutup Jalan Perimeter Utara dan
Selatan yang selama ini menjadi jalan alternatif di sekitar bandara tersebut.
Penutupan dilakukan karena banyaknya terjadi kecelakaan yang menyebabkan
kematian.
Djoko Murjatmodjo,
Director of Operations & Engineering PT Angkasa Pura II mengatakan, Jalan
Perimeter tersebut akan ditutup untuk dua arah.“Per satu Maret kita tutup dari dua arah menjadi satu arah, karena seringnya
kecelakaan, kalau macet sudah biasa, malah kalau macet tak akan ada kecelakaan,
tetapi ini kan kecelakaan, ” ujar Djoko,
Rabu (24/2/2016).
Selanjutnya, menurut
Djoko, Jalan Perimeter Utara akan
menjadi satu arah bagi pengguna jalan yang akan menuju ke Jakarta. SedangkanJalan Perimeter Selatan akan
dijadikan jalan yang akan menuju ke Tangerang dari arah Jakarta.“Selama ini kan sebenarnya banyak yang hanya
melintasi Bandara saja,” ujarnya.
PT Angkasa Pura II juga
telah mempersiapkan lokasi parkir di
Pintu M1 bagi yang ingin ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, untuk
kemudian melanjutkan perjalanan di area Bandara dengan menggunakan shuttle
bus.Proyek tersebut menurut Djoko saat ini sudah sampai penyelesaian gambar
lokasi parkir.
Sedangkan shuttle bus-nya
diperkirakan akan berukuran ¾ agar
lebih sering beroperasi dibandingkan dengan bus yang berukuran besar.“Nah, masyarakat Tangerang tinggal memilih mau
kemana dan mau lewat mana, sebentar lagi
juga kan itu sudah ada fly over di Rawa Bokor,“ tuturnya.
Kanit Laka Lantas
Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Kasiono mengatakan, Polresta Bandara
Soekarno-Hatta mencatat bahwa frekuensi kecelakaan di jalur perimeter Bandara
Soekarno-Hatta memang terbilang tinggi.“Dalam sebulan
tercatat bisa delapan sampai 10 kali kecelakaan terjadi. Biasanya yang
kecelakaan sepeda motor,"tuturnya.
Kasiono menuturkan, kasus
kecelakaan yang paling sering terjadi adalah tabrakan muka dengan muka antar
kendaraan."Karena jalannya lurus saja, pengendara jadi cenderung mau
ngebut dan menyalip. Ini yang bikin sering kecelakaan terjadi,"
katanya.Berdasarkan data pada tahun 2015 lalu, tercatat juga ada 10 orang yang
meninggal akibat kecelakaan di jalur perimeter, baik di Perimeter Utara maupun
Perimeter Selatan.
"Makanya ada usulan
bahwa jalur ini sebaiknya kembali dibuat satu arah untuk meeminimalisir
kecelakaan. Sampai sekarang masih dalam kajian dengan PT Angkasa Pura II,
" kata Kasiono.
Sumber; Klik di sini!

