2.700 Mahasiswa IAIN “Hijrah” ke Curug

 Ilustrasi
SERANG - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten telah memfungsikan kampus baru di Jl. Syekh Nawawi Al-Bantani Curug Kota Serang. Gedung yang dibangun di atas lahan 48 hektare tersebut akan digunakan oleh seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang jumlahnya sekitar 2.700 orang.

Ditempatinya gedung baru tersebut memunculkan beragam tanggapan. Ada mahasiwa yang mengatakan senang, karena merasa mendapatkan tempat baru yang lebih luas dan lebih teratur dibanding tempat sebelumnya. Akan tetapi, ada juga yang sedih karena kesulitan transportasi. Sebab, jarak dari jalan raya ke tempat belajar (gedung fakultas dan kelas) sangat jauh, suasana yang gersang, tidak adanya tempat tinggal seperti kos-kosan dan semakin jauhnya jarak dari gedung akademik IAIN.

IAIN merupakan kampus tertua di Banten, dibangun tahun 1962. Tujuannya memberikan ruang kepada generasi muda untuk belajar pada tingkatan perguruan tinggi agama. Sebab, ketika itu IAIN terdekat ada di Bandung dan Yogyakarta. Banten masuk zona II, yakni wilayah Provinsi Jawa Barat.Bagi mahasiswa yang mengeluh, karena tidak semua dari mereka memiliki kendaraan. Banyak yang jalan kaki.

Seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Zaky mengatakan, dirinya merasa kewalahan jika harus pindah ke gedung baru. Sebab, di lokasi itu sangat sulit mencari tempat kos.Ia juga merasa harus mengeluarkan biaya yang lebih dibandingkan tahun sebelumnya, karena jarak dari rumahnya bertambah.

Mahasiswa lain, Desi mengatakan, dirinya justru merasa senang karena biaya yang dikeluarkan untuk transportasi berkurang. Sebab, lokasi gedung baru lumayan dekat dengan tempat tinggalnya, yakni Menes Pandeglang.Menurut informasi, gedung yang mempunyai 52 kelas itu mulai difungsikan Senin (15/2/2016).

Saat ini, banyak mahasiswa yang mulai mencari tempat tinggal di sekitar kampus. Bukan hanya mencari tempat tinggal, mereka juga mulai menggantungkan harapan untuk kesejahteraan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut.Harapan beberapa mahasiswa calon guru itu beragam, seperti perubahan fasilitas dari yang kurang baik menjadi lebih baik, prosedur akademik dari yang sulit menjadi mudah, suasana kampus yang gersang menjadi sejuk dan jadwal belajar yang acak-acakan menjadi teratur.

Dosen Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab, Muizudin mengatakan, dengan hadirnya fasilitas atau gedung baru tersebut beberapa kebijakan kampus akan diubah. Misalnya, jadwal yang semula acak-acakan akan lebih ditertibkan. Sebab, sudah memiliki kelas yang banyak.Dengan gedung baru, insya Allah mahasiswa belajar dengan kondusif, tutur dosen yang juga mantan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

Mengenai keluhan yang disampaikan beberapa mahasiswa, ia menganggap wajar.KekuranganRektor IAIN SMH Banten Prof. Dr. H. Fauzul Iman mengatakan, perpindahan mahasiswa dan dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, pasti tidak lepas dari kekurangan.Kalau kurang, pasti ya. Tapi itu harus dimaklumi. Sabar, kami juga sedang melakukan upaya mengatasi dampak dari perpindahan ruang kuliah tersebut, ujarnya.


Mengenai akses transportasi ke Curug, Fauzul mengatakan, pihaknya telah mengajukan surat permintaan kepada Dishubkominfo Kota Serang agar membuka trayek angkutan umum ke rute tersebut.Kami tentu minta doa dan dukungannya, atas perpindahan tersebut. Bagaimanapun, perpindahkan ruang kuliah tersebut akan membawa multiefek, terutama dari sisi ekonomi di sekitar kampus. Ini soal pendidikan, sehingga pemerintah daerah juga mohon dukungannya, ucapnya.

Sumber: Klik di sini!