![]() |
| Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil |
JAKARTA - Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2017 telah dipresentasikan di hadapan Sidang
Kabinet Paripurna (SKP), di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/2)
sore.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan
Djalil menjelaskan, mulai dari sekarang Bappenas harus mulai berkoordinasi
dengan semua K/L, dengan daerah dalam rangka menyusun RKP 2017.
Ia menyebutkan, tema RKP
2017 adalah memacu pertumbuhan infrastruktur dan ekono mi untuk meningkatkan
kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar
wilayah.Kemudian yang kedua adalah ada salah satu program yaitu program
revolusi mental, itu akan di-embed, akan dikaitkan semua aktivitas pemerintah
ada aspek revolusi mental harus embed. Misalnya penegakan disiplin.“Kita percaya misalnya penegakan hukum dan disiplin
itu salah satu hal yang paling penting untuk menciptakan masyarakat yang tertib
dan industri yang baik,” terang Sofyan
kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna, di kantor Kepresidenan, Jakarta,
Rabu (10/2) sore.
Sofyan menunjuk contohnya
misalnya, kenapa kebakaran terus-terusan sekian belas tahun? Karena selama ini
ada hukum, tetapi kemudian kita tidak melakukan tindakan yang disiplin terhadap
penegakannya. Kemudian hal yang lain lagi, menurut Sofyan, rencana RPK 2017
secara spesifik yaitu bahwa pembiayaan nanti yang paling penting adalah hasil.“Jadi program-program yang akan mendapatkan
pembiayaan yang jelas sekali manfaatnya. Sebelum program diusulkan oleh
kementerian, mereka harus menjawab sejumlah pertanyaan: Apa perlu? Mengapa
perlu? Kapan perlu? Sehingga dengan demikian kita bisa tahu, Bappenas akan tahu
nanti bahwa perlu, justifikasinya apa. Terutama dalam mendukung tujuan yang
telah ditetapkan yang merupakan tujuan nasional,” papar Menteri PPN/Kepala Bappenas itu.
Kemudian yang ketiga
adalah, lanjut Sofyan, Presiden Jokowi telah memberikan instruksi yaitu, kalau
selama ini money follow function, artinya uang itu dibagikan ke semua unit.
Sehingga ada orang mengibaratkan APBN ini ibarat kita makan roti, kemudian ada
mentega, dilapisi di sini, semua permukaan roti kena. Tapi tipis sekali,
sehingga manfaatnya tidak terlalu terasa.
“Oleh sebab
itu, nanti 2017 akan melihat pembiayaan akan dialokasikan terutama pada
program-program yang jelas sekali manfaatnya,” papar Sofyan.Kemudian masalah yang lain lagi adalah sinergi antar K/L,
pusat dengan daerah. Misalnya kita ingin membangun kawasan industri.
Kementerian A melakukan apa, kementerian B melakukan apa, kementerian C
melakukan apa, daerah melakukan apa.“Ini sinergi,
atau sistem integrator dikerjakan oleh Bappenas,” kata Sofyan seraya menyebutkan, dengan demikian diharapkan RKP 2017, mulai dari tahun
2016 tidak ada lagi
nomenklatur-nomenklatur tidak jelas: peningkatan, pemberdayaan, istilah-istilah
yang tidak jelas.“Jadi saudara
sekalian, ada pendekatan yang sangat fundamental dalam penyusunan RKP 2017,” pungkas Sofyan.
Sumber: Klik di sini!

