| Drs Ino Raswita Kepala Dinas Sosial Prov Banten |
SERANG - Usia anak-anak
merupakan masa emas untuk menanamkan kebaikan, sehingga perkembangan anak tidak
menyimpang dari norma-norma yang ada di masyarakat. Hal itu yang tengah
dilakukan Dinas Sosial Provinsi Banten kepada siswa-siswi SMPIT Nurudz Dzikri
serta warga Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, terkait bahaya
penyalagunaan obat-obatan, pornografi, HIV AIDS serta migran bermasalah, dalam
acara Penyuluhan Sosial keliling, Selasa (8/3).
Kepala Dinas Sosial
Provinsi Banten Ino S. Raswita mengatakan, bahaya penyalagunaan obat-obatan,
pornografi, HIV AIDS dan migran bermasalah menjadi perhatian serius Dinsos
Provinsi Banten dalam mencegah serta mengurangi permasalahan tersebut yang
mengikutsertakan anak-anak."Oleh karena itu kami ke sini untuk memantau
serta memberikan motivasi secara langsung kepada mereka, terkait bahaya
penyalagunaan narkoba, pornografi, dan HIV/AIDS," kata Ino, di sela-sela
acara.
Ino menilai, permasalahan
seperti penyalagunaan obat-obatan, pornografi, HIV AIDS serta migran bermasalah
merupakan penyakit masyarakat yang harus segera dituntaskan. Karena, lanjut
Ino, akan berpengaruh terhadap pembangunan manusia di Banten. "Mengonsumsi
obat-obatan, melakukan pornografi itu kan bisa merusak otak. Otak tidak sehat
apalagi jasmaninya," kata Ino.
Ino menambahkan, pihaknya
akan terus berkeliling mencari daerah-daerah yang dianggap berpotensi terkait
penyalagunaan narkoba, pornografi, HIV AIDS, serta migran bermasalah. Daerah
yang menjadi titik fokus Dinsos Banten salah satunya Kota Serang. Oleh karena
itu Dinsos Banten bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Serang.
"Sudah dua titik
kami kunjungi dalam sehari, Pipitan dan Lebakwangi. Alhamdulillah respon
masyarakat cukup antusias terkait hal ini," katanya.
Ino berharap melalui
kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling ini pemahaman masyarakat akan bertambah,
sehingga mampu mencegah serta mengurangi permasalahan tersebut. "Semoga masyarakat
Banten dapat terhindar dari masalah-masalah penyakit rakyat yang akan
mengakibatkan otak menjadi tumpul, ingatannya menjadi tumpul, atau rusak sama
sekali," kataya.
