![]() |
| Delapan Bakal calon
Pemimpin Partai Golkar Pengambilan Nomor Urut |
JAKARTA – Bagi para kandidat, peluang memenangkan kursi
ketua umum Partai Golkar dalam Munaslub, di Bali, pada 15-17 Mei 2106, masih
sangat tergantung kekuatan figur Aburizal Bakrie (ARB) yang kini menjabat pucuk
pimpinan partai beringin itu.Hal itu disampian pengamat politik Indo Barometer
M Qodari. Menurut dia, kemenangan calon di munaslub nanti akan ditentukan
penguasaannya atas tiga hal.
“Pertama, yang menjadi poin utama yakni dukungan ARB.
Hingga saat ini ARB dinilai masih memiliki pengaruh kuat terhadap pemilik suara
di Munaslub,” katanya,
Senin (9/10).“Saya melihat
variabel pertama adalah dukungan ARB sebagai ketua umum sekarang. Bagaimanapun,
disadari atau tidak, semua DPD atau pemegang hak suara masih loyal terhadapanya,” tandas Qodari.
Hal kedua, arah dukungan
pemerintah. Menurut Qodari, preferensi pemerintah sedikit banyak akan memberi
pengaruh terhadap pemenangan. Karena siapa figur calon ketua umum yang dinilai
diterima dan kurang diterima, akan berdampak pada suara pengurus di daerah.“Ya, tentu saja aspek ini dukungan pemerintah sulit
dikonfirmasi. Makanya terjadi proses klaim mengklaim. Nanti tinggal pengurus
daerah saja yang harus pintar membaca sinyal, calon mana yang lebih diterima
oleh pemerintah,” ungkapnya.
Untuk faktor ketiga,
lanjutnya, kekuatan dari calon sendiri. Menurutnya, kader yang lebih senior dan
berpengalaman serta memiliki komunikasi yang baik dengan pengurus daerah
memiliki peluang lebih besar.
Tiga Orang Calon
Kalau kita lihat, kata
Qudori, berdasar pada AD/ART Partai Golkar, dimana untuk menjadi ketua umum
minimal mendapat dukungan 30% suara, ia memprediksi dari delapan orang calon
akan keluar dua atau tiga orang dengan suara terbanyak. Setya Novanto, Ade
Komarudin, dan Aziz Syamsuddin dinilai tiga calon yang memiliki kans kuat untuk
menempati posisi tiga teratas tersebut.
Alasan menempatkan
ketiganya sebagai kandidat terkuat karena dukungan yang diperolehnya hasil
kombinasi tiga variabel yang menjadi syarat kemenangan.“Pada hari ini yang saya amati Setya Novanto, Ade
Komarudin, dan Aziz Syamsuddin. Intinya sih tiga elemen tersebut mereka miliki,
tentu dengan kadar mereka masing-masing. Ada salah satu calon dengan variabel
pertama dia kuat sekali, ada calon yang kuat sekali dengan variabel ketiga, dan
seterusnya,” tegasnya.

