![]() |
| Ilustrasi |
SERPONG – Dualisme
kepengurusan melanda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel.
Hasil Musyawarah Daerah (Musda) pada Mei lalu, terpilih Ahmad Syawqi sebagai
ketua tapi, kini muncul klaim kepemimpinan caretaker di bawah komando Ade Ahmad
Ajari.Terpecahnya kepungurusan KNPI Kota Tangsel ini diduga buntut dualisme
pengurus KNPI Banten.
KNPI Kota Tangsel pimpinan Ahmad Syawqi
menginduk ke kepengurusan Tanto Warsono Arban sedangkan, kubu Ade Ahmad Ajaru
ke Ali Hanafih. Ade Ahmad Ajari saat dikonfirmasi menerangkan jika pihaknya sudah
mengantongi Surat Keputusan (SK). Dia membantah jika terjadi dualisme
kepengurusan KNPI Kota Tangsel karena, ia menilai kepengurusannya lah yang sah.
“Tidak benar kami dibentuk lantaran tidak puas dari hasil Musda
kemarin, dan kami juga tidak pernah meyebut ada dualisme dalam KNPI. Karena
secara hukum kami adalah struktural yang sah,” tegas Ade.
Ade yang merupakan Kader Pemuda
Muhammadiyah Kota Serang ini mengatakan bahwa kubu mereka adalah hasil Kongres
Luar Biasa (KLB) KNPI di Ancol pada 2016 lalu, dimana ketua umum yang terpilih
adalah Fahd A Rafiq.“Nah sejak terpilihnya Ketua Umum Fahd A Rafiq langsung dibentuk
caretaker di Provinsi Banten, dan sudah digelar Musda sehingga terpilih Ali
Hanafih. Setelah itu saya ditunjuk sebagai ketua KNPI Tangsel. dan semua SK ini
sah secara hukum sesuai dengan Kementrian Hukum dan HAM. Jadi yang sah itu
adalah kubu kami,” ujarnya.
Bahkan Ade mengatakan pihaknya tetap akan
menjalankan organisasi tersebut di Kota Tangsel. “Kalau keberadaan kami
menganggu KNPI yang sebelah (kubu Syawqi, red), itu urusan mereka, yang penting
kami hanya menjalankan aturan organisasi yang sah. Dan adanya SK caretaker ini
unutk menggelar Musda dalam menentukan kepengurusan KNPI Tangsel,” ujarnya.
Sementara, Ahmad Syawqi ketika dikonfirmasi
adanya klaim kepengurusan KNPI Kota Tangsel yang sah di bawah pimpinan Ade
Ahmad Ajari, dia menanggapinya dengan santai.“Saya juga baru
dengar tadi ada SK caretaker. Saya akan konsultasikan masalah ini dengan Ketua
KNPI Banten, Bang Tanto untuk solusinya. Yang pasti KNPI hasil Musda kemarin
tetap kondusif,” ujarnya.
Syawqi merasa proses Musda tersebut sudah
sesuai dengan AD/ART KNPI yang sah.
“Sambil menunggu keputusan kedepannya seperti apa dengan adanya SK
caretaker KNPI dari kubu sebelah, saya akan tetap menjalankan organisasi ini,
kita lihat ya nanti seperti apa penyelesaiannya,” tuturnya.

