![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA – Suasana mudik Lebaran sudah mulai terasa meski
puasa masih menyisakan sembilan hari lagi. Jawa Pos (Induk JPNN/Radar Banten)
pun mengecek kesiapan jalur mudik, Sabtu (25/6). Beberapa kendaraan keluarga jenis
MPV (multi purpose vehicle) terlihat meninggalkan Jakarta.
Salah satu tandanya
adalah adanya aneka barang bawaan yang diikat di atas mobil. Akses jalan menuju
jalur mudik juga sudah dipersiapkan masing-masing pemerintah daerah. Tambahan
infrastruktur untuk mudik Lebaran tahun ini mirip dengan 2015.
Bila tahun lalu
pemerintah meresmikan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 kilometer,
kini ada tol Brebes Timur. Pemudik bisa menghemat banyak waktu. Sebab, saat
keluar tol, pemudik langsung masuk Kota Tegal.
AVP Corporate
Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan, fasilitas untuk
membantu kelancaran pemudik bukan hanya soal infrastruktur. Pengelola jalan
tol, yakni PT Jasa Marga, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), dan PT Semesta Marga Raya,
sepakat untuk berintegrasi soal pembayaran.
”Sekarang dari
tujuh kali berhenti untuk membayar dijadikan tiga kali saja,” katanya kepada Jawa Pos. Jadi, pengendara saat
melintasi gerbang Cikopo, Plumbon, Ciperna, dan Mertapada tidak perlu membayar
lagi.
Menurut dia, itu bisa
mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi saat antre membayar. Namun,
pengendara perlu menyediakan uang yang lebih banyak hingga Rp 165 ribu bagi
pemudik dari Jakarta sampai keluar Brebes Timur.
Meski panjang jalan tol
bertambah, Jasa Marga memprediksi kepadatan kendaraan di jalan tol berkurang
sedikit jika dibandingkan dengan Lebaran 2015. ”Liburnya lebih terdistribusi. Jadi, pengendara punya
lebih banyak pilihan
waktu untuk mudik,” katanya.
Warga bisa mudik pada
Sabtu (2/7), Minggu (3/7), atau Senin (4/7). Jasa Marga memprediksi puncak
kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 118 ribu kendaraan. Tahun lalu
jumlahnya menembus 119 ribu kendaraan.

