![]() |
| Gubernur Jabar Aher: Kalau Macet Pemudik Harus Ikhlas |
BANDUNG - Libur Lebaran
Idul Fitri 2016 telah usai, begitupun para pemudik sudah mulai pulang ke kota
asal. Kemacetan yang terjadi selama mudik dan balik di Jawa Barat juga sempat
terjadi, seperti di daerah lain, dan kini mulai berangsur-angsur kepadatan di
jalur mulai normal.
Melihat kondisi
wilayahnya masih banyak terjadi kemacetan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
akan melakukan evaluasi bersama para jajarannya seminggu pasca lebaran.
Gubernur yang akrab
disapa Aher ini tak menampik jika kepadatan dan kemacetan kendaraan mendera
sebagian di wilayahnya. Antrean panjang kendaraan sempat mengantri di beberapa
ruas jalan seperti di jalan tol yang mengarah ke Jakarta maupun di wilayah
Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.
"Arus mudik dan balik
di Jawa Barat seperti biasa masih jadi favorit, tentu kemacetan pasti ada
karena namanya juga mudik, kalau tidak macet bukan mudik namanya. Seperti di
Cikarang kemarin lumayan ada penumpukan, karena untuk mengejar jam masuk kerja
Senin (11/7) kemarin," jelas Aher di Gedung Sate, Bandung, Selasa
(12/7/2016).
Aher menjelaskan, tentu
bagi orang-orang yang punya kedinasan mereka secara serempak akan pulang di
waktu yang sama, seperti intansi pemerintah, instansi swasta, dan BUMN, tapi
petugas di lapangan di wilayah Jawa Barat tetap siaga kan untuk mengatur agar
kendaraan terurai dari kemacetan.
"Ya kalau macet
ikhlas saja karena yang mudik bukan di Jabar saja, semuanya daerah pasti
mudik," tambah Aher.
Kemacetan akibat
penumpukan kendaraan yang beberapa hari kemarin terjadi di Jabar, khususnya di
wilayah utara karena banyak konsentrasi pengemudi yang memilih jalur utara
untuk pergi ke Jawa Tengah maupun arah sebaliknya ke arah Jakarta. Kawasan ini
menjadi favorit setelah adanya Tol Cipali yang langsung menghubungkan wilayah
Jakarta, Jawa Barat hingga ke Jawa Tengah.
"Saat mudik
pengemudi dari Jakarta dan Jabar di wilayah utara, banyak yang ingin lewat
jalur Cipali, karena kalau lewat jalur selatan dan tengah kan jauh. Termasuk
dari arah Jatim dan Jateng menuju Jakarta mereka semua mau mudik dan balik
masuk ke Cipali, Cikarang, Cikampek, numpuk di sini," urai dia.
Tidak sedikit juga
pemudik yang datang dari arah Barat lewat jalur selatan (Nagreg) dan tengah
(Sumedang) untuk ke arah timur. Begitu juga sebaliknya dengan jalur yang datang
dari arah selatan dan tengah, menuju timur atau Jakarta.
"Kan tidak mungkin
lewat utara, mereka semua masuk lewat Cileunyi dan satu tujuan ke Jakarta.
Hasilnya penumpukan di tol yang akan masuk ke Jakarta terjadi penumpukan
kendaraan karena banyak dari berbagai jurusan yang datang numpuk disana,"
jelas pria yang menjabat dua periode sebagai Gubernur Jabar tersebut.
Aher juga menyampaikan,
laporan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, sudah bilang sebelumnya pasti
ada peningkatan dan penumpukan kendaraan yang dimulai di hari Minggu. Bahwa
masyarakat banyak yang check out di hotel-hotel secara bersamaan terutama untuk
wilayah Bandung dan sekitarnya.
"Sudah ketahuan sama
kita, darimana data itu? Kita dapat dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI). Ternyata ada peningkatan 75 persen yang check outnya banyak banget,
mereka gerak dalam waktu yang bersamaan juga, numpuk lagi kan" terang
Aher.
Meskipun sudah banyak
pemudik yang telah pulang ke kota asal, dan arus kendaraan di jalur Jawa Barat
sudah mulai kembali normal, Aher memprediksi menyebutkan sisa-sisa pemudik pada
arus balik masih akan terjadi hingga akhir pekan nanti. Dikarenakan, masih
banyak masyarakat di luar kota yang masih beraktivitas di daerah wisata. Momen
ini pun bertepatan dengan masa liburan anak sekolah dan kembali masuk pada hari
Senin (18/ 7) mendatang.
"Diperkirakan masih
banyak pemudik yang berlibur, sisa-sisa kendaraan pemudik yang akan balik akan
terjadi pada Sabtu-Minggu ini. Tidak sedikit juga masyarakat yang tidak terikat
dengan jam kerja kedinasan, mereka ambil cuti untuk instansi non pemerintah.
Kedapannya Aher berharap
untuk mengatasi kemacetan saat arus mudik dan balik, pemerintah pusat dan
daerah setiap tahunnya akan ada penambahan dan perbaikan infsrastruktur jalan,
terutama untuk jalur tol di Jabar pembangunannya bisa diteruskan hingga ke
ujung pulau Jawa.
"Kita upayakan terus
untuk ditambah, sebagai jalur trans Jawa di bagian Jawa Barat sudah selesai,
tinggal diteruskan sampai ke Jateng dan Jatim. Untuk saat ini Pemerintah di
Jawa Barat, punya kewajiban untuk memperbaiki jalur-jalur di luar tol terutama
untuk jalur alternatif di kawasan utara yah, yang harus kita perbaiki,"
pungkasnya.

