![]() |
| Ilustrasi |
TANGERANG - Wisatawan
Indonesia yang hendak liburan ke Singapura menghawatirkan Virus Zika yang
ditemukan belakangan ini. Virus Zika jugs ditemukan beberapa hari lalu di
Singapura dan membuat Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 (KKP) Bandara
Internasional Soekarno – Hatta
meningkatkan pengawasan.
Virus Zika yang
belakangan ini ramai dibicarakan di berbagai media berasal dari Berazil dan
belakangan ini ditemui di negara Singapura menjadi suatu kewaspadaan bagi
wisatawan yang hendak ke negara tersebut.
Belakangan ini diketahui
41 orang terjangkit Virus Zika di Negara Singapura, hal ini membuat masyarakat
yang bertujuan berwisata ke negara tersebut khawatir.
Hal serupa dikemukakan
oleh Wisnu Wardhanu warga asli Kota Tangerang yang hendak berlibur bersama
keluarganya Sabtu (3/9) mengaku merasa khawatir akan virus tersebut. Namun
dirinya tetap berangkat lantaran sudah memesan tiket dan membayar biaya travel.
“Saya hanya mencari informasi
saja terkait virus tersebut di internet dan menanyakan kepada pihak bandara
untuk keamanan apa yang harus saya persiapkan,” ungkapnya kepada satelitnews di parkiran Terminal 2 Bandara Soetta setelah
mencari informasi tentang Virus Zika.
menurutnya Virus Zika
disebabkan oleh nyamuk yang menggigit manusia, menanggapi hal tersebut dirinya
mengaku merubah pakaian bawaannya dengan lengan panjang. Dan juga dirinya
membatalkan kunjungan wisatanya ke tempat – tempat
terbuka yang ada di Singapura.
“Rencananya kan mau main di
Gardens By The Bay dan Santosa Island tapi karena ada Virus Zika maka saya
meminta pihak travel membatalkannya,” ungkap pria
48th tersebut.
Terkait dengan Virus Zika
Kementrian Kesehatan RI juga mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk
lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal yang paling utama di pintu masuk antar
negara di Indonesia salah satunya Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Kewaspadaan Bandara Soetta di
sosialisasikan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 (KKP) yang berada di
Soetta.
Menanggapi itu Kepala KKP
Bandara Internasional Soekarno – Hatta Dr.
Susanto menjelaskan, ditemukannya kasus Virus Zika pihaknya terus meningkatkan
pengawasan terhadap penumpang dari luar negri yang masuk melalui Bandara Soetta
Khususnya yang dari Singapura.
“Kementrian Kesehatan Pusat telah
mengintruksikan kepada seluruh pintu masuk negara, pelabuhan maupun bandara
agar meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah atau deteksi dini penumpang yang
datang dari Negara Singapura,” ungkapnya.
Lanjutnya, upaya
peningkatan kewaspadaan tersebut salah satunya yang harus dilakukan oleh pihak Bandara
Soetta adalah menyediakan petugas dan alat khusus pendeteksi suhu tubuh manusia
(thermal scan) di terminal kedatangan luar negri.
“Penumpang yang berasal dari
Negara Singapura pasti akan kita awasi, baik itu menggunakan thermal scan
ataupun pengawasan langsung dari petugas kami. Dan jika ditemukan suhu tubuh
dari penumpang melebihi dari 38 derajat celsius pasti kita lakukan tindakan
melalui pemeriksaan diruang khusus,” tambahnya.
Menurutnya, selain suhu
tubuh juga Susanto menghimbau petugas untuk yang menemukan penumpang dengan
tubuh terdapat bintik – bintik merah
atau mirip dengan pengidap Virus Zika agar dilakukan pemeriksaan khusus juga.
“Belum tentu juga dengan suhu
tubuh diatas 38 derajat celsius si penumpang tersebut tersebut terduga mengidap
Virus Zika bisa saja hanya demam biasa tetapi harus kita waspadai,” ujarnya.
Lanjutnya, jika petugas
memiliki kecurigaan yang kuat terhadap penumpang yang terduga terkena Virus
Zika maka akan segera dilarikan ke Rumah Sakit rujukan yaitu Rumah Sakit
Yulianti Saroso.

